Minggu, 09 Desember 2012

Hanya Saja...


Jadi, ku ajak hati dan fikiranku untuk berfikir sedikit lebih jernih. Berfikir tentang sesuatu yang harusnya aku tau ini salah, aku tahu tak seharusnya memaksa diri. Meskipun dengan ego ku yang sangat tinggi, aku memaksa diri untuk melanjutkan hidupku, ya, move on.

Hanya saja, ketika aku tiap kali mencoba untuk terbiasa dengan situasi baru lalu aku menemukan sosok yang lain di hidupku, kamu selalu datang. Layaknya anak kecil cengengesan berkata, "Tunggu aku sejenak, aku akan datang, kembali. Menata hatimu yang rapuh. Aku berjanji."

Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku jika kamu selalu datang? Selalu datang dengan penuh harap? Bukankah cinta itu tentang harapan? Selalu beri harapan yang kini aku tahu, meskipun kamu dan aku sudah bersama yang lain, selalu ada harapan untuk kembali. Tidakkah kamu fikirkan itu?

Hanya saja, dia berbeda. Bukankah setiap orang memang berbeda? Ya. Maafkan aku terpaksa melanjutkan hidup dan kini aku mulai mengerti dengan kata "dia" yang dulu, bahkan hingga kini pun, disudut hati aku pun masih terbesit nama "kamu". Bukan aku tidak setia menunggumu, maafkan.

Jika kamu bertanya, masihkah? Aku selalu menjawab, tentu. Did, Do, and Will.

Hanya saja, ketika aku bersama nya, aku tidak menemukan bagaimana how precious, how struggle we are, ah maaf, maksudku, how struggle we were.
Hanya saja, ketika aku mencoba mencintainya, aku tidak bisa memaksa hati.
Dan hanya saja, bagian terburuk dari beberapa waktu yang ada ini adalah, aku merindukanmu. Tidak tahu kah kamu ?

untuk kamu yang-akan-selalu-tanpa-nama.
Oh ya, aku masih ingat janji kita untuk foto di Studio, 
tempo lalu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar